PENGARUH
MAKANAN INSTAN TERHADAP POLA MAKAN DAN KESEHATAN TUBUH

Oleh:
Mohammad
Bagas Ridhochaesar
9H/17
Sekolah
Menengah Pertama Negeri 4 Malang
2014/2015
PENGARUH
MAKANAN INSTAN TERHADAP POLA MAKAN DAN KESEHATAN TUBUH
Oleh
:
Mohammad
Bagas Ridhochaesar
9H
/ 17
Sekolah
Menengah Pertama Negri 4 Malang
Malang
2014
/ 2015
PENGARUH
MAKANAN INSTAN TERHADAP POLA MAKAN
Disusun oleh :
Mohammad Bagas Ridhochaesar
Telah disahkan oleh :
Guru Bahas Indonesia
Malang,
7 Januari 2014
Kata
Pengantar
Assalamu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdullillahirabbilalamin, banyak nikmat yang
allah berikan, tapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak
untuk Allah tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta
hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah dengan judul pengaruh makan instan terhadap pola makan dan kesehatan.
Dalam penyusunannya, penulis penulis dapat
memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itupenulis mengucapkan
terima kasih yang sebesar – besarnya kepada : kedua orang tua, teman-teman dan
segenap keluarga besar penulis Mohammad Bagas Ridhochaesar yang telah
memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah
semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bias memberikan sedikit
kebahagiaan dan menuntut pada langkah yang lebih baik lagi.
Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas
dari kekurangan dan kesalahan, namunada selalu yang kurang. Oleh karena itu,
penulis mengharapkan kritikdan saran yang membangun agar karya tulis ilmiah ini
dapat lebih baik lagi.
Akhir kata penulis berharap agar karya ilmiah ini
bermanfaat bagi semua pembaca.
Malang, 15
Januari 2015
Mohammad Bagas Ridhochaesar
DAFTAR
ISI
Halaman Judul……………………………………………………………………. i
Halaman Pengesahan…………………………………………………………….. ii
Kata Pengantar…………………………………………………………………… iii
Daftar isi………………………………………………………………………….. iv
BAB 1 PENDAHULUAN………………………………………………………... 1
A. Latar
Belakang…………………………………………………………….. 1
B. Rumusan
Masalah ………………………………………………………… 2
C. Tujuan
Penelitihan ………………………………………………………… 2
D. Manfaat
penelitian ………………………………………………………… 2
BAB II
PEMBAHASAN……………………………………………………… 3
A. Pengertian
makanan siap saji dan kandungannya…………………………. 3
B. Dampak
makanan siap saji………………………………………………… 4
C. Pola
makan sehat…………………………………………………………... 6
D. Contoh
pola makan tidak sehat ………………………………………….... 8
BAB III DATA DAN
PEMBAHASAN………………………………………10
A. Analisa
data………………………………………………………………..10
B. Pembahasan
……………………………………………………………….11
C. Pengaruh
terhadap pola makan ……………………………………………13
D. Pengaruh
terhadap makanan……………………………………………….13
E. Upaya
Meminimalisasi Dampak Negatif………………………………….13
BAB IV
PENUTUP…………………………………………………………..15
A. Simpulan…………………………………………………………………..16
B. Saran………………………………………………………………………16
PENGARUH MAKANAN INSTAN TERHADAP
POLA MAKAN DAN KESEHATAN
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Seiring
dengan perkembangan zaman, kebutuhan hidup manusia semakin meningka. Hal ini
terjadi pada seluruh kalangan. Di sisi lan, kesibukan-kesibukan dalam berbagai
aktivitasseperti pekerjaanseringkali membuat kita menomorduakan
kebutuhan-kebutuhan pokok,seperti makanan. Hal tersebut ternyata disadari oleh
berbagai pengelola badan usaha sebagai peluang untuk mencari keuntungan.
Semakin hari badan usaha semakin berlomba-lomba untuk memproduksi makanan
instan. Banyaknya produk makanan instan yang beredar di pasaran akan semakin
memanjakan konsumen apalgi untuk kalangan remaja.
Terlebih
lagi, remaja yang sedang berada pada masa peralihan dari masa kanak-kanak
menuju ke masa dewasa kian sibuk dengan hal-hal yang baru mereka kenal sehingga
muncul pola hidup yang konsumtif yang terkadang berlebihan. Pola berpikir
seakan ikut berubah. “ kalau ada yang mudah,kenapa harus memilih yang susah?”
Dalam sehari seorang remaja mampu mengonsumsi beberapa jenis makanan instan
dari makanan ringan ke makanan pokok yang yang digantikan dalam bentuk instan.
Makanan instan seakan telah mendarah daging dalam diri mereka. Bahkan ada yang
menjadikannya sebagai makanan sehari-hari.
Akibat
dari pengonsumsian makanan instan yang berlebihan dapatdapat membuat remaja
mengabaikan polamakan yang sehat. Padahal pengonsumsian makanan instan dalam jumlah
banyak dan jangka waktu yang lama dapat menimbulkan penimbunan zat aditif yang
terkandung dalam makanan pada tubuh mereka. Saat ini banyak remaja yang
menderita penyakit maag, radang, dan berbagai penyakit yang menyerang alat
pencernaan. Hal ini tidak pernah lepas dari kebiasaan mereka mengonsumsi
makanan instan. Lalu apakah yang sebenarnya terkandung dalam makanan instan?
Bagaimana pengaruhnya terhadap pola makan dan kesehatan remaja ?
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan
identifikasi masalah yang telah dikemukakan, rumusan masalah dalam karya tulis
ilmiah ini adalah sebagai berikut:
1.
Apa saja zat yang terkandung dalam
makanan instan?
2.
Bagaimana pengaruhnya terhadap dampak
kesehatan?
3.
Mengapa dapat mempengaruhi pola makanan?
4.
Bagaimana solusi untuk menggunakan
makanan instan selalu sehat
C.
Tujuan Penelitian
Karya
tulis ilmiah ini disusun dengan tujuan sebagai berikut:
1.
Mengetahui kandungan makanan instan
2.
Menemukan pengaruhnya terhadap pola
makan dan kesehatan
3.
Menemukan solusi dan tips untuk
mengatasi pengaruh makanan instan
4.
Menemukan cara untuk mengkonsumsi
makanan instan dengan sehat
D.
Manfaat penelitian
Karya
tulis ini diharapkan dapat bermanfaat baik secara teiritis maupun praktis.
Secara teoritis, karya tulis ilmiah ini dapat dijadikan referensi tentang angka
putus sekolah diKabupaten Kebumen. Sementara untuk manfaat praktis dari karya
tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut:
1.
Bagi remaja, penelitian ini dapat untuk
mengingatkan remaja agar tidak terlalu sering mengkonsumsi makanan instan, agar
terhindar dari berbagai penyakit yang berbahaya dan pola makanan yang tetap terjaga
dengan baik.
2.
Bagai khalayak umum, penelitian ini
dapat dijadikan acuan bagaimana mengkonsumsi makanan instan secara baik.
3.
Bagi tenaga penyuluh, pene;itian ini
dapat dijadikan bahan dlam memberikan penyuluhan tentang dampak penggunaan
makanan instan secara berlebihan dan pengaruhnya terhadap kesehatan.
4.
Bagi peneliti, penelitian ini dijadikan
kajian awal untuk melakukan penelitian lanjutan.
BAB II
LANDASAN
TEORI
A. Pengertian
Makanan Siap Saji dan kandungannya
Makanan Siap Saji
Makanan siap saji yang dimaksud adalah
jenis makanan yang dikemas, mudah disajikan, praktis atau diolah dengan cara
sederhana. Makanan tersebut umumnya diproduksi oleh industri pengolahanpangan
dan tehknologi tinggi dan memberikan zat aditif untuk mengawetkan dan
memberikan cita rasa bagi produk tersebut. Mkanan siap saji biasanya berupa
lauk pauk dalam kemasan; mie instan, nugget atau juga cornflakes sebagai
makanan untuk sarapan.
Zat aditif Makanan
Zata aditif adalah bahan kimia yang dicampukan
kedalam makanan dengan tujuan untuk menungkatkan kualitas, menambahkan rasa dan
memantapkan kesegaran produk tersebut.
Kemasan Makanan
Kemasan makanan adalah wadah atau tempat
makanan agar kualitas makanan tetap baik, meningkatkan penampilan produk, dan
memudahkan transpotasi.
Jenis Zat Aditif dan Kemasan Makanan
Menurut
Majeed (1996) zat aditif dapat dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan
tujuan penggunaannya, yaitu;
1. Agen
Emulsi yaitu aditif yang berbahan lemak danair contohnya lecithin,
2. Agen
Penstabil dan Pemekat contohnya alginate dan gliserin,
3. Agar
Penghalang Kerak unutk mencegah penggupalan,
4. Agen
peningkatan Nutrisi contohnya berbagai vitamin,
5. Agen
Pengawet contohnya garam nitrat dan nitrit,
6. Agen
antioksidan contohnya vitamin c dan E; BHT (Butylated Hidroxy Toluen) dan BHA
(Butylated Hidoxy Anisol),
7. Agen
Pengembang roti dan bolu,
8. Agen
Penyedap rasa contoh monosodium glutamate (MSG),
9. Bahan
pewarna.
Selain
kesembilan zat aditif diats juga terdapat bahan lain ditmabahkan dalam makanan
diantaranya:
1.
Agen Peluntur,
2.
Lemak hewani,
3.
Bahan pengasam,
4.
Bahan pemisah,
5.
Pati termodifikasi
6.
Alkohol, dan
7.
Gelatin.
Disamping bahan-bahan
yang telah disebutkan diatas yang menggunakan, ukuran dan aturannya sudah
dutentukan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), yang patut kita waspadai
adalah adanya pewarna maupun pengawet yang ditambahkanyang penggunanya bukan
untuk makanan seperti, borak formalin sebagai pengawet yang telah dilaporkan
oleh Suriawira (2003). Dimana disinyalir 86,2%mie basah yang terdapat di pasar
dan swalayan mengandung formalin. Selain itu warna merah pada terasi 50% adalah
menggunakan waran rhodamin B yang seharusnya digunakan untuk tekstil. Selain
itu rhodamin juga biasa diberikan sirop untuk menimbulkan warna merah.
Kemasan makanan siap
saji
Sampai saat ini menurut
ketua federasi pengemasan Indonesia Hengky Darmawan di Indonesia system
pengemasannya baru 10% yang sesuai aturan SNI. Pemilihan jenis kemasan harus
memperhatikan food grade dan food safety( kompas, 2003).
Beberapa faktor yang
mempengaruhi produsen dalam memilih kemasan adalah tampil menarik, mampu
melindungi produk yang dikemas, dan pertimbangan ekonomis. Bahan yang digunakan
selama ini berupa plastic atau Styrofoam ( pembungkus mie instan dan nugget),
PVC ( Polyvinyl clorida untuk pembungkus kembang gula), kaleng ( makananbuah,
susu, makanan lauk-pauk).
B.
Dampak Makanan Siap Saji
Manfaat makanan siap
saji
Makanan siap saji yang
beredar saat ini tercatat 500-600 jenis (Media Indonesia, 2003). Jenis tersebut
terdiri dari minuman dan makanan yang diroduksi dalam skala kecil dan besar.
Ketersidiaan makanan siap Sali ini akan memberikan kemudahan pemilihan jenis
makanan, keragaman makanan, kualitas makanan dan praktis.
Bahaya makanan siap
saji
World Health
Organization (WHO) dan Food and Agricultur Organization (FAO) menyatakan bahwa
ancaman potensial dari residu bahan makanan terhadap kesehatan manusia dibagi
dalam 3 kategori yaitu:
1.
Aspek toksikologis, kategori residu
bahan makananyang dapat bersifat racun terhadap organ-organ tubuh,
2.
Aspek mikrobiologis, mikroba dalam bahan
makanan yang dapat mengganggu keseimbangan mikroba dalam saluran pecernaan,
aspek imunopatologis, keberadaan risidu yang dapat menurunkan kekebalan tubuh.
Dampak
negative zat aditif terhadap kesehatan dapat secara langsung maupun tidak
langsung,dalam jangka panjang.
Dampak
negative zat aditif berlebihan:
Zat
Aditif
Dampak
terhadap kesehatan:
Sulfit
-
Menyebabakan sesak nafas, gatal-gatal
dan bengkak. (Intisati, 2001)
Zat
Warna
-
Menimbulkan alergi
-
Menimbulkan kanker hati
-
Menyebabakan hypertrophy, hyperplasia,
carcinomas kalenjar teroid. (Arbor, 1997)
MSG
-
Kerusakan otak
-
Kelainan hati, trauma, hipertensi,
stress, demam tinggi, mempercepat proses penuaan, alergi kulit, mual, muntah,
migren, asma, ketidakmampuan belajar, dan depresi. (Repebuplika,2003)
BHT & BHA
-
Menyebabkan kelainan kromoson pada orang
yang alergi terhadap aspirin. (Intisari,2001)
Pemanis
-
Menyebabkan kanker kantong kemih
(saccarin).
-
Ganguan saraf dan tumor (aspartan)
-
Mutagenik.
Disamping
bahaya dari zat aditif makanan siap saji diatas, bahaya lain yang dihadapi oleh
konsumen/pengguna makanan siap saji adalah efek samping bahan pengemas.
Unsur-unsur bahan bahan pengemas yang berbahaya bagi kesehatan konsumen karena
terdapatnya zat plastic berbahaya seperti PVC yang dapat menghambat produksi hormon
tekstosteron (Atterwill dan Flack, 1992) kemasan kaleng disinyalir mengandung
timbal (Pb)dan VCM (VinlyClorid Monomer)y yang bersifat karsinogenik
yaitumemacu sel kanker 9 Media Indonesia, 2003), dan Styrofoam bersifat
mutagenic( mengubah gen ) dan karsinogenik ( Kompas, 2003 ).
C. Pola
Hidup Sehat
Dalam
kamus besar Bahas Indonesia, pola diartikan sebagai system, cara kerja atau
usaha untuk melakukan sesuatu (Depdiknas, 2001). Dengan demikian, pola makan
yang sehat dapat diartikan sebagai suatu cara atau uasaha untuk melakukan kegiatan
makan secara sehat.
Andi
(2011) mengemukakanpola makan sehat adalah suatau cara atau usaha dalam
pengatuan jumlah dan enis makanan dengan maksud tertentu seperti mempertahankan
kesehatan, status nutrisi, mencegah atau embantu kesembuhan penyakit.
Sedangkan
pola makan sehat dan seimbang yang dimaksud dalam semiskripsi ini adalah pola
makan yang teratur di mana makanan yang dikonsumsi mengandung zat-zat gizi yang
jumlahnya sesuai dengan asupan gizi yang dibutuhkan tubuh.
Zat-zat
Gizi
Mengonsumsi
pola makan yang seimbang merupakan sudahanjuran mendasar yang hakiki bagi semua
orang. Di mana asupan zat gizi Yng terkonsumsi menetukan aspek kesehatan
nutrisi setiap individu.
Zat-zat gizi tersebut
adalah :
Karbohidrat
Karbohidrat sangat di
butuhkan oleh tubuh, karena zat inilah yang memilki peran penting sebagai
penopang sumber tenaga utama untuk kegiatansehari-hari tubuh manusia. Zat
karbohidrat terdapat pada makanan:
Tepung-tepungan
Penting adanya untuk
senantiasa mengonsumsi salah satu makanan sumber tepung-tepungansetipa kali
makan. Contohnya : nasi, kentang, mie, ubi, singkong, dan lainnya. Bila tubuh
mengalami ketidakcukupan zat karbohidrat, maka gejala paling awal yang paling
mudah adalah tubuh terasa lebih cepat lelah karenakekurangan tenaga dari
biasanya.
Gula
Gula bias didapat pada
makanan, antara lain: gula pasir, gula merah, gula batu, sirup, madu, dan kue
manis. Namun perlu diwaspadai, pola konsumsi gula perlu dibatasi. Meninjau
karena zat gula tidak memiliki kandungan zat gizi lainnya kecuali karbohidrat.
Dengan demikian kebanyakan gula akan mengakibatkan kegemukan pada tubuh.
Lemak
Banyak yang belum
mengetahui, bahwa sanya lemak merupakan sumbaer tenaga juga, namun karena
bentuknya lebih memakan waktu dan sulit diserap oleh tubuh. Lemak merupakan
zatyang bersifat sebagai cadangan energi tubuh. Lemak yang berlebihan dapat
membuat tubuh menjadi gemuk. Lemak terdapat pada minyak, margarin, santan,
kulit ayam, kulit bebek dan lemak hewan lainnya.
Protein
Protein berfungsi untuk
pertumbuhan tubuh dan mengganti jaringan yang rusak pada tubuh. Protein
terdapat pada: ikan, ayam, daging, telur, susu, tahu, tempe, serta
kacang-kacangan.
Vitamin & Mineral
Seperti telah diketahui
bersama, vitamin dan mineral memiliki fungsi untuk membantu melancarkan kinerja
tubuh. Vitamin dan mineral banyak terdapat pada sayuran dan buah-buahan.
Serat
Serat memiliki banyak
fungsi bagi tubuh, diantara lain:
-
Membantu menurunkan glukosa darah
-
Membantu menurunkan lemak darah
-
Melancarkan buang air besar
Manfaat
Pola makanan sehat dan
seimbang sangat bermanfaat bagi tubuh, diantaranya menjaga kondisi tubuh untuk
tetap sehat dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Selaoinitu pola makan
sehat dan seimbang juga dapat meningkatkan kosentrasi serta konerja otak. Pola makanan
sangat berpengaruh bagi kesehatan manusia serta berpengaruh terhadap kinerja
tubuh dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Pola makan yang kurang sehat akan
menimbulkan dampak negative bagi tubuh salah satunya menyebabakan
ketidakmaksimalan kinerja tubuh dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari.
D.
Contoh Polah Makan Tidak Sehat
Melewatkan sarapan
Banyak orang yang masih
belum menyadari arti pentingnya sarapan. Mungkin bagi sebagian orang, sarapan
berati hanyamengisi makan diperut saja.
Padahal fungsinya tidak
hanya sebatas menjaga agar lambung tidak kosong saja, melainkan juga untuk
meningkatkan energy dan kosentrasi pada otak dan tubuh. Menyantap sarapan juga
membantu kita agar tidak makan terlampau banyak pada siang hari.
Makan sebelum tidur
Belum ada penelitian
yang mampu membuktikan bahwa makan sebelum tidur dapat menyebabkan
bertambahanya berat tubuh seseorang, namun menyantap makanan terlalu banyak
atau menyantap makanan pedas, berlemak dan minumkafein menimal 3 jam sebelum
tidur dapat mengurangi kualitas tubuh lemas, lunglai dan tak bersemanagat. Para
ahli mengatakan bahwa menyantap makanan berlemak sebelim tidut dapat memuat
kerja lambung menjadi lebih lambat sehingga makanan masih tetap tertinggal
dilambung pada saat kita tidur. Sedangkan menyantap makanan pedas sebelum tidur
dapat membuat perut kita serasa “terbakar” menjelang tidur.
Makanan sambil
melakukan kegiatan lain
Selain terlihat tidak
sopan, tapi makan sambil berbicara di telepon, bermain video game atau yang
lebih parah, nenonton TV secara tak sadar dapat membuat makan lebih banyak.
Jika melakukan hal ini,jangan heran jika angka timbangan kita terus bertambH.
Makan sembari melakukan kegiatan lain, akan membuat kita mengabaikan jumlah
kalori yang kita santap. Apalagi jika kita menkonsumsi snack favorit. Biasanya
lebih sulit lagi menhentikan jumlah kalori yang terus masuk ketubuh
Kurang minum air putih
Air putih sanagat
penting bagi kehidupan setiap makhluk hidup di bumi. Namun yang tak diketahui
oleh banyak orang adalah bahayanya kurang minum air putih. Kurang minum air
putih, otomatis proses pembakaran tak berjalan lancer. Sebaiknya, minum banyak
air putih sertiap hari. Para ahli menganjurkan minum air putih minimal 8-10
gelas perhari untuk menjaga kesehatan. Jika selama ini kita senang minum soda,
kopi atau minuman lain, alangkah baiknya jika kita menyingkirkan semua itu dan
menggantikannya dengan minumair putih. Biasakan diri untuk meminum segelas air
putih setelah bangn dari tidur.
Kurang menyantap sayur
dan buah
Makanan dengan rasa
sayur atau buah tidak dpat digolonkan dalam kategori sayur dan buah. Contohnya
adalah permen, berondong jagung, keripik pisang, dll. Para ahli menganjurkan
untuk menyantap minimal lima jenis buah atau sayur per hari. Jika kurang suka
menyantap buah dan sayur, kita dapat membuatnya menjadi aneka jus yang menarik.
Jangan lupa tubuh membutuhkan vitamin yang berasal dari sayuran dan
buah-buahan, karena itu sayangilah tubuh kita.
Akibat dari pola makan
yang tidak sehat dan seimbang
Kemajuan yang terjadi
di Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, banyak menimbulkan perubahan,
baik dari gaya hidup maupun pola makan bagi penduduknya. Perubahan gaya hidup
dari yang sederhana menjadi serba cepat atau instan menyebabkan banyak orang
yang memanfaatkan kemajuan teknologi di masa kini. Sebagai contoh, untuk
efisiensi waktu maka selalu pergi dengan mengendarai motor. Akibatnya tubuh
kurang banyak bergerak.
Selain itu,
kesibukanyang dihadapi oleh mahasiswa juga memnyebabkan mereka hanya duduk
belajar, menyelesaikan tugas-tugas, dan menghadapi stress. Pemikiran yang serba
instan ini menyebabkan baynak orang melirik ke makanan fast food atau junk food
untuk dikonsumsi. Perubahan-perubahan ini dapat dengan mudah memicu timbulnya
berbagai penyakit degenerative di usia muda, yang sangat merugikan generasi
penerus bangsa.
BAB III
DATA DAN
PENYELESAIANNYA
A.
Analisa data
Berdasarkan
angket yang telah disebar, penulis ingin mengetahui tingkat keseringan remaja
dalam konsumsi makanan instan, jenis makanan instan yang sering dikonsumsi dan
keluhan setelah menkonsumsi bahan makanan tersebut. Hasil yag didapatkan sebagai
berikut:
ΦTingkat
keseringan remaja dalam mengkonsumsi makan instan dalam sehari
Φ Remaja mengkonsumsi makan instan dalam sehari mencapai
2-3 kali perhari
ΦJenis makanan instan
Jenis makanan
instan yang sering dikonsumsi adalah sebagai berikut:
1. Mie instan
2. Makanan ringanet
3. Nugget
4. Susu
5. Softdrink
a) Pengaruhnya terhadap pola makan
Memproduksi makanan instan berpengaruh
pada pola makan sebagai berikut;
1. Pola makan yang tidak teratur
2. Jarang mengkonsumsi makanan sehat
(4 sehat 5 sempurna)
b) Pengaruhnya
terhadap kesehatan
1. Sakit
perut
2. Maag
3. Radang
tenggorokan
4. Pusing
5. Batuk-batuk
B.
Pembahasan
1.
Makanan instan, kandungan dan dampak
Berdasarkan data yang diperoleh makanan
instan yang dikonsumsi berpengaruh pada pola makan dan kessehatan pada remaja.
Pengaruh yang paling umum disebabkan oleh zat kimia yang terkandung dalam
makanan tersebut. Kandungan zat aditif yang terkandung di dalam makanan ini
secra perlahan menggerogoti tubuh kita. Zat ini diperuntukkan agar mutu dan
kestabilan makanan tetap terjaga. Zat yang sangat sering di gunakan untuk hal
ini adalah penyedap rasa ( mono sodium glutamate), pengawet seperti BHA,
K-nitrit dll, anti kempal,pemutif dan pematang tepung (aseton peroksida) dan
sekustran ( asam fosfat ). Masih banyak kandungan kimia yang terkandung di
dalam makanan cepat saji. Namun ini merupakan bagian yang sangat merusak
kesehatan kita.
Dampak dari penggunaan
MSG menurut laporan Federation of the American Society for Experimental Biologi
adalah rasa terbakar di bagian leher, mati rasa di bagian belakang leher,
stress dan tegang pada kulit wajah, dada terasa sakit, sakit kepala, detak
jantung yang cepat, rasa lemah/cepat lelah dan lain-lain. Memang kita tidak
langsung merasakan dampak ini ketika megkonsumsi makanan cepat saji yang
menggunakan MSG. tapi, pada ambang batas tertentu karena tubuh tidak sanggup
lagi menahan zat ini maka dampak diatas akan menyerang kita. 12 gram MSG per
hari dapat menimbulkan gangguan lambung, ganguan tidur dan mual-mual. Bahkan
beberapa orang banyak yang mengalami reaksi alergi berupa gatal, mual dan
panas. Tidak hanya itu saja MSG juga dapat memicu hipertensi, asma, kanker
serta diabetes, kelumpuhan serta penurunan kecerdasan.
Kemudian BHA. BHA anti
oksidan di dalam makanan agar kandungan di dalam makanan tersebut tidak cepat
hilang seperti vitamin, penyedap. Ini sering digunakan pada lemak dan minyak.
Ini kan menimbulkan efek ketagihan bagi yang mengonsumsinya.
Ini
masih pada kandungan makanan cepat saji, belum lagi jika kita menelusuri
kemasan yang dipakai makanan tersebut. Menurut Hengky Dermana, hanya 10%makanan
cepat saji yang sesuai SNI. ( Kompas, 2003 ). Kemasan plastic mengandung PVC
yang menghambat testosterone (Flak, 1992) dan kemasan kaleng mengandung 9Pb0
timbale dan VCM 9Vinyl Chloride Monomer0. 9Meida Indonesia, 2003).
Makanan
adalah salah satu komponen yang terkait langsung dengan kondisi kesehatan
seseorang. Makanan berpengaruh sangat besar untuk mewujudkan kondisi kesehatan
yang prima bagi seseorang. Inilah ciri-ciri makanan yang sehat:
a) Mengandung
cukup zat gizi
Makanan
yang sehat adalah makanan yang secara kimia mengandung zat-zat gizi yang
dibutuhkan oleh tubuh. Zat gizi yang dimaksud adalah:
a. Karbohidrat sebagai sumber energy
utama
b. Protein sebagai komponan pembangun sel
dan jaringan tubuh
c) Lemak sebagai komponen sel dan jaringan,
sebagai pelarut vitamin dan cadanga energy.
d) Vitamin
sebagai komponen yang memperlancar proses metabolism di dalam sel
e) Mineral
sebagai komponen yang turut serta membangun struktur tubuh dan ikut
memperlancar proses pisiologis di dalam sel.
f) Serat
untuk membantu kelancaran mekanisme pencernaan di dalam saluran pencernaan.
g) Air
sebagai pelarut berbagai zat gizi yang lain
b) Tidak
mengandung zat-zat yang berbahaya
Suatu makanan terkadang tampak
sehat / segar jika dilihat sepintas, namun kondisi seperti itu belum menjadi
jaminanjika makanan tersebut benar-benar sehat. Segar memang di perlukan untuk
menjamin ketersediaan zat gizi di dalamnya, tetapi jika kesegaran yang tampak
tersebut di sebabkan oleh factor lain yang merupakan perlakuan khusus pada
bahan makanan tersebut. Misalnya bahan makanan dari tumbuhan yang tampak segar karena
pertumbuhannya dibantu oleh pemberian pestisida yang berlebihan. Atau bahan
makanan olahan yang tampak segar karena pemberian zat-zat pengawet. Hal=hal
sperti itu sesungguhnya dapat berdampak merugikan didalam tubuh. Pengawet,
pewarna, penyedap rasa, (zat aditif) adalah beberapa zatyang banyak menimbulkan
penyakit di dalam tubuh.
Bahan Pengawet
Bahan pengawet yang ditoleransi
oleh BPOM dalam jumlah terbatas adalah: Benzoat, propionate, nitrit, nitrat,
sorbat dan sulfit. Dan yang berbahaya adalah formalin dan boraks. Kedua
pengawet terakhir ini banyak disalah gunakan untuk mengawetkan makanan sehingga
bisa tahan lama.
Bahan Pewarna
Bahan pewarna untuk memberi
tampilan yang menarik pada makanan. Bahan ini ada yang yang di alami dan sentesis.
Bahan pewarna alami biasanya diambildari klorofil (zat hijau daun) untuk
memberi zat hijau atau karoten dari wortel untuk memberi warna orange. Pewarna
sintesis di amabildari zat kimia yang di buat melalui serangkaian reaksi kimia.
Misalnya: Warna kuning: tartazin, sunset yellow, warna merah: allura, eritosin,
amaranth, Warna biru: biru berlian.
Beberapa zat pewarna yang
sesungguhnya tidak untuk makanan tetapi di gunakan mewarnai makanan tertentu.
Zat tersebut merupakan pewarna tekstil seperti rodamin b.
Bhana pewarna buatan berbahaya jika di konsumsi
secara terus menerus dan secara berlebihan. Pewarnan non makanan berbahay
karena zat tersebut memang bukan untuk makanan dan tidak untuk di konsumsi.
Zat penyedap rasa
Penyedap rasa ada yang alami da nada pula yang
sentesis. Penyedap rasa alami seperti cuka, merica, garam gula dll lebih aman
dan relative tidak menimbulkan efek samping. Kecuali dikonsumsi secarta
berlebihan.
Penyedap rasa buatan mengandung monosodium glutamat
(MSG) adalah penyedap sintesis yang banyak di gunakan secara luas di berbagai
jenis makanan baik fast food maupun makan yang disajikan di dalam rimah tangga.
MSG adalah zat kimia yang dapat mempengaruhi kerja saraf. Konsumsi yang terus
menerus akan menyebabkan daya ingat (memori) seseorang menjadi lebih lambat.
c) Pengaruh
terhadap pola makan
Remaja yang cenderung mengkonsumsi makanan instan
akan lebih suka menkonsumsi makanan instan terus menerus. Hal ini sangat
berakibat buruk terhadap kesehatan pencernanya. Meskpun para remaja hanya
mengkonsumsi satu jenis makanan instan dalam satu hari dan pada saat itu tidak
akan langsung terjadi reaksi. Dampaknya akan terasa sekitar 10 tahun mendatang.
Pola makanan yang konsumtif ini kan memperburuk pola
makan dalam keseharian. Mereka akan lebih cenderung ngemil daripada makan
makanan yang sehat yang seharusnya mereka menkonsumsi dalam masa pertumbuhan.
Apabila di rumah orang tua tidk memaksa anaknya untuk makan, anak ini tidak
akanmakan dengan tersendiri. Anak akan lebih senang makan diluar rumah yang
kondisi makanannya pasti sangat tidak sehat. Oleh Karena itu, peran orang tua
dalam memilih jenis makanan dan mengawasi pola makan anaknya sangat penting
untuk perkembngannya.
d) Pengaruh
Terhadap Kesehatan
Berikut ini dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh
makanan instan:
1. Maag
Maag atau Gastritis
berasal dari kata Gaster yang artinya lambung. Gastritis adalah peradangan
(pembengkakan) dari mukosa lambung, yang bias disebabkan oleh factor iritasi
dan infeksi. Seperti kita ketahui, lambung adalah organ pencernaan dalam tubuh
manusia yang berfungsu untuk menyimpan makanan, mencerna dan kemudian
mengalirkan ke usus kecil. Selain itu iritasi dapt juga disebabkan oleh
obat-obatan (Aspirin, NSAID), alkohol, muntah yang kronis, dan bahan racun.
Infeksi dapat di sebabkan oleh bakteri, terbanyak Helicobacter pyolori. H.
pyolori berkoloni pada lapisan terdalam lapisan mukosa yang merupakan
pelindungan dari mukosa lambung dan menganggu fungsinya sebagai pelindung.
Hingga saat ini belum adra yang mudah untuk hidup sehat terbebas dari sakit
maag selain memperbaiki pola hidup dan pola makan.
Berikut beberapa saran:
1) Atru
pola makan yang baik dan teratur (hindari makanan berlemak dan berminyak ,
banyak makanan-makanan yang berserat)
2) Hindari
minuman yang mengandung alkohol
3) Berolahraga
secara teratur
4) Berhenti
merokok
5) Hindari
penggunaan obat-obatan terutama yang mengiritasi lambung (Aspirin)
2. Diabetes
Diabetes adalah suatu jenis
penyakit pada seseorang akibat kandungan gula darah di dalam tubh tidak
terkendali dan akibat gangguan system metabolism pada tubuh seseorang. Penyakit
diabetes mellitus juga sering kita sebut dengan istilah kencing manis atau
penyakit gula darah. Penyakit yang satu ini termasuk jenis penyakit kronis yang
tanda awalnya yaitu meningkatnya kadar gula dalamdarah sebgai akibat adanya
gangguan system metabolisme dalam tubuh. Organ tubuh yang terganggu adalah
pancreas yang mana sudah tidak berfungsi sebagai mana mestinya.
Faktor penyebab seseorang beresiko
terkena diabetes, diantaranya:
Ø Faktor keturunan
Ø Kegemukan / obesitas biasanya
terjadi pada usia 40 bulan
Ø Tekanan darah tinggi
Ø Angka Triglycerid (salah satu
jenis molekul lemak) yang tinggi
Ø Level kolestrol yang tinggi
Ø Gaya hidup yang cenderung
mengkonsumsi makanan instan
Ø Merokok dan stress
Ø Terlalu banyak mengkonsumsi
karbohidrat
ØKerusakan pada sel pankreas
E. Upaya
Meminimalisasi Dampak Negatif
Untuk mengurangi dan
meminimalisasi dampak negatif zat aditif makanan dapat di upayakan dengan
beberapa cara lain antara lain:
1. Secara
Internal
Mengurangi konsumsi
makanan siap saji, menigkatkan konsumsi sayur dan buah-buahn serta menkonsumsi
vitamin. Beberapa vitamin di duga mengandung zat antikarsinogen diantaranya
adlah Vitamin A, C, E banyak terdapat dalam syur dan buah; asam folat terdapat
dalam brokoli, bayam dan asparagus: Betakaroten, vitamin D dalam bentuk aktif (1.25-hidroksi)
redapat pada mentega, susu, kunig telur, hati, beras, dan ikan.
Memberi oengertian pada
keluarga tentang bahaya xat aditif, mengawasi, mengontrol pemberian dan
penggunaan uang jajan dan membiasakan membawa bekal setiap dari rumah
2. Secara
EKsternal
Produsen; diperlukan
kesadaran dan tanggung jawab produsen terhadap penggunaan zat aditif pada bahan
pangan yang diproduksikan, memberikan informasi yang jelas komposisi makanan
termasuk zat aditifyang ditambahkan
Pemerintah; melakukan
pengawasan dan menndak tegas produsen yang melanggar aturan yang berlaku.
Meneruskan kegiatan PMT-AS (Progran Makanan Tambahan-AnaknSekolah) denag
memanfaatkan sumber makanan local.
Non-Pemerintah (LSM);
memfasilitasi terbentuknya kelompok konsumen, mendorong peran serta masyarakat
sebagai pengawas kebijakan public, mangantisipasi kebijakan global yang
berdampak pada konsumen, melakukan pengawasan yang bertindak sebagai pembela
konsumen
BAB IV
PENUTUP
A. Simpulan
Dari hasil penulis
menyimpulkan bahwa menjaga pola makan agar tetap sehat dam seimbang
Sangatlah penting
khususnya di kalangan remaja yang memiliki pola makankonsuftif. Hal ini
dikarenakan ketersediaanya bahan makan instan yang sangat baik di sekolah, di
rumah, maupun saat melakukan perjalanan jauh.
Selain nikmat tetapi
dampaknya sangat bear yaitu kecanduan racun yang seharusnya tidak di konsumsi.
Efek yang nyata adlah tubuh para remaja yang di gerogoti secara perlahan dan
akan menyebabkan penyakit-penyakit yang berbahaya dalam tubuhnya. Menjaga dari
sekarang akan lenih baik dari pada mengobati esok hari. Boleh menkonsumsi makanan
instan akan tetapi tidak terlalu berlebihan dan tetap mngutamakan menu makanan
sehat yang bergizi.
B. Saran
Saran yang diberikan
penulis kepada khalayak adalah sebagai berikut:
1. Bagi
para remaja tetap berhati-nati dalam mengkosumsi makanan instan dan tetap mengutamakan
makanan sehat.
2. Bagi
orang tua harus mengawasi, mengontrol pemberian dalam penggunaan uang jajan dan
membiasakan membawa bekal makanan sehat dari rumah.
3. Produsen;
diperlukan kesadaran dan tanggung jawab produsen terhadap penggunaan zat iditif
pada bahan pangan yang diproduksikan, memberikan informasi yang jelas komposisi
makanan termasuk zat aditif yang ditambahkan
4. Pemerintah;
melakukan pengawasan dan menindak tegas produsen yang melanggar aturan yang
berlaku. Meneruskan kegiatan PMT-AS (Program Makanan Tambahan-Anak Sekolah)
dengan memanfaatkan sumber makanan local
5. Non-Pemerintah
(LSM); memfasilitasi terbentuknya kelompok konsumen, mendorong peran serta
masyakat sebagai pengawas kebijakan publik, mengantisipasi kebijakan global
yang berdampak pada konsumen, melakukan pengawasan dan bertindak sebaga pembela
konsumen.
bagus mas
BalasHapus