Jumat, 20 Februari 2015

Pengaruh makanan instan terhadap pola makan dan kesehatan tubuh

PENGARUH MAKANAN INSTAN TERHADAP POLA MAKAN DAN KESEHATAN TUBUH
Oleh:
Mohammad Bagas Ridhochaesar
9H/17

Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Malang
2014/2015

PENGARUH MAKANAN INSTAN TERHADAP POLA MAKAN DAN KESEHATAN TUBUH





Oleh :
Mohammad Bagas Ridhochaesar
9H / 17







Sekolah Menengah Pertama Negri 4 Malang
Malang
2014 / 2015

PENGARUH MAKANAN INSTAN TERHADAP POLA MAKAN


Disusun oleh                  : Mohammad Bagas Ridhochaesar
Telah disahkan oleh       : Guru Bahas Indonesia













Malang,
7 Januari 2014




Kata Pengantar

Assalamu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdullillahirabbilalamin, banyak nikmat yang allah berikan, tapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul pengaruh makan instan terhadap pola makan dan kesehatan.

Dalam penyusunannya, penulis penulis dapat memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itupenulis mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada : kedua orang tua, teman-teman dan segenap keluarga besar penulis Mohammad Bagas Ridhochaesar yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bias memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntut pada langkah yang lebih baik lagi.

Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namunada selalu yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritikdan saran yang membangun agar karya tulis ilmiah ini dapat lebih baik lagi.
Akhir kata penulis berharap agar karya ilmiah ini bermanfaat bagi semua pembaca. 

Malang, 15 Januari 2015



Mohammad Bagas Ridhochaesar

DAFTAR ISI

Halaman Judul…………………………………………………………………….  i
Halaman Pengesahan……………………………………………………………..  ii
Kata Pengantar…………………………………………………………………… iii
Daftar isi………………………………………………………………………….. iv
BAB 1 PENDAHULUAN………………………………………………………...  1
A.    Latar Belakang……………………………………………………………..  1
B.     Rumusan Masalah …………………………………………………………  2
C.     Tujuan Penelitihan ………………………………………………………… 2
D.    Manfaat penelitian ………………………………………………………… 2
BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………… 3
A.    Pengertian makanan siap saji dan kandungannya…………………………. 3
B.     Dampak makanan siap saji………………………………………………… 4
C.     Pola makan sehat…………………………………………………………... 6
D.    Contoh pola makan tidak sehat ………………………………………….... 8
BAB III DATA DAN PEMBAHASAN………………………………………10
A.    Analisa data………………………………………………………………..10
B.     Pembahasan ……………………………………………………………….11
C.     Pengaruh terhadap pola makan ……………………………………………13
D.    Pengaruh terhadap makanan……………………………………………….13
E.     Upaya Meminimalisasi Dampak Negatif………………………………….13
BAB IV PENUTUP…………………………………………………………..15
A.    Simpulan…………………………………………………………………..16
B.     Saran………………………………………………………………………16



PENGARUH MAKANAN INSTAN TERHADAP POLA MAKAN DAN KESEHATAN

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan hidup manusia semakin meningka. Hal ini terjadi pada seluruh kalangan. Di sisi lan, kesibukan-kesibukan dalam berbagai aktivitasseperti pekerjaanseringkali membuat kita menomorduakan kebutuhan-kebutuhan pokok,seperti makanan. Hal tersebut ternyata disadari oleh berbagai pengelola badan usaha sebagai peluang untuk mencari keuntungan. Semakin hari badan usaha semakin berlomba-lomba untuk memproduksi makanan instan. Banyaknya produk makanan instan yang beredar di pasaran akan semakin memanjakan konsumen apalgi untuk kalangan remaja.
Terlebih lagi, remaja yang sedang berada pada masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju ke masa dewasa kian sibuk dengan hal-hal yang baru mereka kenal sehingga muncul pola hidup yang konsumtif yang terkadang berlebihan. Pola berpikir seakan ikut berubah. “ kalau ada yang mudah,kenapa harus memilih yang susah?” Dalam sehari seorang remaja mampu mengonsumsi beberapa jenis makanan instan dari makanan ringan ke makanan pokok yang yang digantikan dalam bentuk instan. Makanan instan seakan telah mendarah daging dalam diri mereka. Bahkan ada yang menjadikannya sebagai makanan sehari-hari.
Akibat dari pengonsumsian makanan instan yang berlebihan dapatdapat membuat remaja mengabaikan polamakan yang sehat. Padahal pengonsumsian makanan instan dalam jumlah banyak dan jangka waktu yang lama dapat menimbulkan penimbunan zat aditif yang terkandung dalam makanan pada tubuh mereka. Saat ini banyak remaja yang menderita penyakit maag, radang, dan berbagai penyakit yang menyerang alat pencernaan. Hal ini tidak pernah lepas dari kebiasaan mereka mengonsumsi makanan instan. Lalu apakah yang sebenarnya terkandung dalam makanan instan? Bagaimana pengaruhnya terhadap pola makan dan kesehatan remaja ?

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dikemukakan, rumusan masalah dalam karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut:
1.      Apa saja zat yang terkandung dalam makanan instan?
2.      Bagaimana pengaruhnya terhadap dampak kesehatan?
3.      Mengapa dapat mempengaruhi pola makanan?
4.      Bagaimana solusi untuk menggunakan makanan instan selalu sehat

C.     Tujuan Penelitian
Karya tulis ilmiah ini disusun dengan tujuan sebagai berikut:
1.      Mengetahui kandungan makanan instan
2.      Menemukan pengaruhnya terhadap pola makan dan kesehatan
3.      Menemukan solusi dan tips untuk mengatasi pengaruh makanan instan
4.      Menemukan cara untuk mengkonsumsi makanan instan dengan sehat

D.    Manfaat penelitian
Karya tulis ini diharapkan dapat bermanfaat baik secara teiritis maupun praktis. Secara teoritis, karya tulis ilmiah ini dapat dijadikan referensi tentang angka putus sekolah diKabupaten Kebumen. Sementara untuk manfaat praktis dari karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut:
1.      Bagi remaja, penelitian ini dapat untuk mengingatkan remaja agar tidak terlalu sering mengkonsumsi makanan instan, agar terhindar dari berbagai penyakit yang berbahaya dan pola makanan yang tetap terjaga dengan baik.
2.      Bagai khalayak umum, penelitian ini dapat dijadikan acuan bagaimana mengkonsumsi makanan instan secara baik.
3.      Bagi tenaga penyuluh, pene;itian ini dapat dijadikan bahan dlam memberikan penyuluhan tentang dampak penggunaan makanan instan secara berlebihan dan pengaruhnya terhadap kesehatan.
4.      Bagi peneliti, penelitian ini dijadikan kajian awal untuk melakukan penelitian lanjutan.



BAB II
LANDASAN TEORI

A.    Pengertian Makanan Siap Saji dan kandungannya
     Makanan Siap Saji
     Makanan siap saji yang dimaksud adalah jenis makanan yang dikemas, mudah disajikan, praktis atau diolah dengan cara sederhana. Makanan tersebut umumnya diproduksi oleh industri pengolahanpangan dan tehknologi tinggi dan memberikan zat aditif untuk mengawetkan dan memberikan cita rasa bagi produk tersebut. Mkanan siap saji biasanya berupa lauk pauk dalam kemasan; mie instan, nugget atau juga cornflakes sebagai makanan untuk sarapan.
    Zat aditif Makanan
    Zata aditif adalah bahan kimia yang dicampukan kedalam makanan dengan tujuan untuk menungkatkan kualitas, menambahkan rasa dan memantapkan kesegaran produk tersebut.
    Kemasan Makanan
    Kemasan makanan adalah wadah atau tempat makanan agar kualitas makanan tetap baik, meningkatkan penampilan produk, dan memudahkan transpotasi.
    Jenis Zat Aditif dan Kemasan Makanan
Menurut Majeed (1996) zat aditif dapat dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan tujuan penggunaannya, yaitu;
1.      Agen Emulsi yaitu aditif yang berbahan lemak danair contohnya lecithin,
2.      Agen Penstabil dan Pemekat contohnya alginate dan gliserin,
3.      Agar Penghalang Kerak unutk mencegah penggupalan,
4.      Agen peningkatan Nutrisi contohnya berbagai vitamin,
5.      Agen Pengawet contohnya garam nitrat dan nitrit,
6.      Agen antioksidan contohnya vitamin c dan E; BHT (Butylated Hidroxy Toluen) dan BHA (Butylated Hidoxy Anisol),
7.      Agen Pengembang roti dan bolu,




8.      Agen Penyedap rasa contoh monosodium glutamate (MSG),
9.      Bahan pewarna.
Selain kesembilan zat aditif diats juga terdapat bahan lain ditmabahkan dalam makanan diantaranya:
1.      Agen Peluntur,
2.      Lemak hewani,
3.      Bahan pengasam,
4.      Bahan pemisah,
5.      Pati termodifikasi
6.      Alkohol, dan
7.      Gelatin.
Disamping bahan-bahan yang telah disebutkan diatas yang menggunakan, ukuran dan aturannya sudah dutentukan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), yang patut kita waspadai adalah adanya pewarna maupun pengawet yang ditambahkanyang penggunanya bukan untuk makanan seperti, borak formalin sebagai pengawet yang telah dilaporkan oleh Suriawira (2003). Dimana disinyalir 86,2%mie basah yang terdapat di pasar dan swalayan mengandung formalin. Selain itu warna merah pada terasi 50% adalah menggunakan waran rhodamin B yang seharusnya digunakan untuk tekstil. Selain itu rhodamin juga biasa diberikan sirop untuk menimbulkan warna merah.
Kemasan makanan siap saji
Sampai saat ini menurut ketua federasi pengemasan Indonesia Hengky Darmawan di Indonesia system pengemasannya baru 10% yang sesuai aturan SNI. Pemilihan jenis kemasan harus memperhatikan food grade dan food safety( kompas, 2003).
Beberapa faktor yang mempengaruhi produsen dalam memilih kemasan adalah tampil menarik, mampu melindungi produk yang dikemas, dan pertimbangan ekonomis. Bahan yang digunakan selama ini berupa plastic atau Styrofoam ( pembungkus mie instan dan nugget), PVC ( Polyvinyl clorida untuk pembungkus kembang gula), kaleng ( makananbuah, susu, makanan lauk-pauk).




B.     Dampak Makanan Siap Saji
Manfaat makanan siap saji
Makanan siap saji yang beredar saat ini tercatat 500-600 jenis (Media Indonesia, 2003). Jenis tersebut terdiri dari minuman dan makanan yang diroduksi dalam skala kecil dan besar. Ketersidiaan makanan siap Sali ini akan memberikan kemudahan pemilihan jenis makanan, keragaman makanan, kualitas makanan dan praktis.

Bahaya makanan siap saji
World Health Organization (WHO) dan Food and Agricultur Organization (FAO) menyatakan bahwa ancaman potensial dari residu bahan makanan terhadap kesehatan manusia dibagi dalam 3 kategori yaitu:
1.      Aspek toksikologis, kategori residu bahan makananyang dapat bersifat racun terhadap organ-organ tubuh,
2.      Aspek mikrobiologis, mikroba dalam bahan makanan yang dapat mengganggu keseimbangan mikroba dalam saluran pecernaan, aspek imunopatologis, keberadaan risidu yang dapat menurunkan kekebalan tubuh.
Dampak negative zat aditif terhadap kesehatan dapat secara langsung maupun tidak langsung,dalam jangka panjang.
Dampak negative zat aditif berlebihan:
Zat Aditif
Dampak terhadap kesehatan:
Sulfit
-         Menyebabakan sesak nafas, gatal-gatal dan bengkak. (Intisati, 2001)
Zat Warna
-         Menimbulkan alergi
-         Menimbulkan kanker hati
-         Menyebabakan hypertrophy, hyperplasia, carcinomas kalenjar teroid. (Arbor, 1997)





MSG
-         Kerusakan otak
-         Kelainan hati, trauma, hipertensi, stress, demam tinggi, mempercepat proses penuaan, alergi kulit, mual, muntah, migren, asma, ketidakmampuan belajar, dan depresi. (Repebuplika,2003)
BHT & BHA
-         Menyebabkan kelainan kromoson pada orang yang alergi terhadap aspirin. (Intisari,2001)
     Pemanis
-         Menyebabkan kanker kantong kemih (saccarin).
-         Ganguan saraf dan tumor (aspartan)
-         Mutagenik.
Disamping bahaya dari zat aditif makanan siap saji diatas, bahaya lain yang dihadapi oleh konsumen/pengguna makanan siap saji adalah efek samping bahan pengemas. Unsur-unsur bahan bahan pengemas yang berbahaya bagi kesehatan konsumen karena terdapatnya zat plastic berbahaya seperti PVC yang dapat menghambat produksi hormon tekstosteron (Atterwill dan Flack, 1992) kemasan kaleng disinyalir mengandung timbal (Pb)dan VCM (VinlyClorid Monomer)y yang bersifat karsinogenik yaitumemacu sel kanker 9 Media Indonesia, 2003), dan Styrofoam bersifat mutagenic( mengubah gen ) dan karsinogenik ( Kompas, 2003 ).
C.     Pola Hidup Sehat
Dalam kamus besar Bahas Indonesia, pola diartikan sebagai system, cara kerja atau usaha untuk melakukan sesuatu (Depdiknas, 2001). Dengan demikian, pola makan yang sehat dapat diartikan sebagai suatu cara atau uasaha untuk melakukan kegiatan makan secara sehat.
Andi (2011) mengemukakanpola makan sehat adalah suatau cara atau usaha dalam pengatuan jumlah dan enis makanan dengan maksud tertentu seperti mempertahankan kesehatan, status nutrisi, mencegah atau embantu kesembuhan penyakit.
Sedangkan pola makan sehat dan seimbang yang dimaksud dalam semiskripsi ini adalah pola makan yang teratur di mana makanan yang dikonsumsi mengandung zat-zat gizi yang jumlahnya sesuai dengan asupan gizi yang dibutuhkan tubuh.
Zat-zat Gizi
Mengonsumsi pola makan yang seimbang merupakan sudahanjuran mendasar yang hakiki bagi semua orang. Di mana asupan zat gizi Yng terkonsumsi menetukan aspek kesehatan nutrisi setiap individu.
 
Zat-zat gizi tersebut adalah :
Karbohidrat
Karbohidrat sangat di butuhkan oleh tubuh, karena zat inilah yang memilki peran penting sebagai penopang sumber tenaga utama untuk kegiatansehari-hari tubuh manusia. Zat karbohidrat terdapat pada makanan:
Tepung-tepungan
Penting adanya untuk senantiasa mengonsumsi salah satu makanan sumber tepung-tepungansetipa kali makan. Contohnya : nasi, kentang, mie, ubi, singkong, dan lainnya. Bila tubuh mengalami ketidakcukupan zat karbohidrat, maka gejala paling awal yang paling mudah adalah tubuh terasa lebih cepat lelah karenakekurangan tenaga dari biasanya.
Gula
Gula bias didapat pada makanan, antara lain: gula pasir, gula merah, gula batu, sirup, madu, dan kue manis. Namun perlu diwaspadai, pola konsumsi gula perlu dibatasi. Meninjau karena zat gula tidak memiliki kandungan zat gizi lainnya kecuali karbohidrat. Dengan demikian kebanyakan gula akan mengakibatkan kegemukan pada tubuh.
Lemak
Banyak yang belum mengetahui, bahwa sanya lemak merupakan sumbaer tenaga juga, namun karena bentuknya lebih memakan waktu dan sulit diserap oleh tubuh. Lemak merupakan zatyang bersifat sebagai cadangan energi tubuh. Lemak yang berlebihan dapat membuat tubuh menjadi gemuk. Lemak terdapat pada minyak, margarin, santan, kulit ayam, kulit bebek dan lemak hewan lainnya.
Protein
Protein berfungsi untuk pertumbuhan tubuh dan mengganti jaringan yang rusak pada tubuh. Protein terdapat pada: ikan, ayam, daging, telur, susu, tahu, tempe, serta kacang-kacangan.
Vitamin & Mineral
Seperti telah diketahui bersama, vitamin dan mineral memiliki fungsi untuk membantu melancarkan kinerja tubuh. Vitamin dan mineral banyak terdapat pada sayuran dan buah-buahan.


Serat
Serat memiliki banyak fungsi bagi tubuh, diantara lain:
-         Membantu menurunkan glukosa darah
-         Membantu menurunkan lemak darah
-         Melancarkan buang air besar
Manfaat
Pola makanan sehat dan seimbang sangat bermanfaat bagi tubuh, diantaranya menjaga kondisi tubuh untuk tetap sehat dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Selaoinitu pola makan sehat dan seimbang juga dapat meningkatkan kosentrasi serta konerja otak. Pola makanan sangat berpengaruh bagi kesehatan manusia serta berpengaruh terhadap kinerja tubuh dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Pola makan yang kurang sehat akan menimbulkan dampak negative bagi tubuh salah satunya menyebabakan ketidakmaksimalan kinerja tubuh dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari.

D.    Contoh Polah Makan Tidak Sehat
Melewatkan sarapan
Banyak orang yang masih belum menyadari arti pentingnya sarapan. Mungkin bagi sebagian orang, sarapan berati hanyamengisi makan diperut saja.
Padahal fungsinya tidak hanya sebatas menjaga agar lambung tidak kosong saja, melainkan juga untuk meningkatkan energy dan kosentrasi pada otak dan tubuh. Menyantap sarapan juga membantu kita agar tidak makan terlampau banyak pada siang hari.

Makan sebelum tidur
Belum ada penelitian yang mampu membuktikan bahwa makan sebelum tidur dapat menyebabkan bertambahanya berat tubuh seseorang, namun menyantap makanan terlalu banyak atau menyantap makanan pedas, berlemak dan minumkafein menimal 3 jam sebelum tidur dapat mengurangi kualitas tubuh lemas, lunglai dan tak bersemanagat. Para ahli mengatakan bahwa menyantap makanan berlemak sebelim tidut dapat memuat kerja lambung menjadi lebih lambat sehingga makanan masih tetap tertinggal dilambung pada saat kita tidur. Sedangkan menyantap makanan pedas sebelum tidur dapat membuat perut kita serasa “terbakar” menjelang tidur.

Makanan sambil melakukan kegiatan lain
Selain terlihat tidak sopan, tapi makan sambil berbicara di telepon, bermain video game atau yang lebih parah, nenonton TV secara tak sadar dapat membuat makan lebih banyak. Jika melakukan hal ini,jangan heran jika angka timbangan kita terus bertambH. Makan sembari melakukan kegiatan lain, akan membuat kita mengabaikan jumlah kalori yang kita santap. Apalagi jika kita menkonsumsi snack favorit. Biasanya lebih sulit lagi menhentikan jumlah kalori yang terus masuk ketubuh
Kurang minum air putih
Air putih sanagat penting bagi kehidupan setiap makhluk hidup di bumi. Namun yang tak diketahui oleh banyak orang adalah bahayanya kurang minum air putih. Kurang minum air putih, otomatis proses pembakaran tak berjalan lancer. Sebaiknya, minum banyak air putih sertiap hari. Para ahli menganjurkan minum air putih minimal 8-10 gelas perhari untuk menjaga kesehatan. Jika selama ini kita senang minum soda, kopi atau minuman lain, alangkah baiknya jika kita menyingkirkan semua itu dan menggantikannya dengan minumair putih. Biasakan diri untuk meminum segelas air putih setelah bangn dari tidur.
Kurang menyantap sayur dan buah
Makanan dengan rasa sayur atau buah tidak dpat digolonkan dalam kategori sayur dan buah. Contohnya adalah permen, berondong jagung, keripik pisang, dll. Para ahli menganjurkan untuk menyantap minimal lima jenis buah atau sayur per hari. Jika kurang suka menyantap buah dan sayur, kita dapat membuatnya menjadi aneka jus yang menarik. Jangan lupa tubuh membutuhkan vitamin yang berasal dari sayuran dan buah-buahan, karena itu sayangilah tubuh kita.
Akibat dari pola makan yang tidak sehat dan seimbang
Kemajuan yang terjadi di Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, banyak menimbulkan perubahan, baik dari gaya hidup maupun pola makan bagi penduduknya. Perubahan gaya hidup dari yang sederhana menjadi serba cepat atau instan menyebabkan banyak orang yang memanfaatkan kemajuan teknologi di masa kini. Sebagai contoh, untuk efisiensi waktu maka selalu pergi dengan mengendarai motor. Akibatnya tubuh kurang banyak bergerak.
Selain itu, kesibukanyang dihadapi oleh mahasiswa juga memnyebabkan mereka hanya duduk belajar, menyelesaikan tugas-tugas, dan menghadapi stress. Pemikiran yang serba instan ini menyebabkan baynak orang melirik ke makanan fast food atau junk food untuk dikonsumsi. Perubahan-perubahan ini dapat dengan mudah memicu timbulnya berbagai penyakit degenerative di usia muda, yang sangat merugikan generasi penerus bangsa.


BAB III
DATA DAN PENYELESAIANNYA

A.    Analisa data
Berdasarkan angket yang telah disebar, penulis ingin mengetahui tingkat keseringan remaja dalam konsumsi makanan instan, jenis makanan instan yang sering dikonsumsi dan keluhan setelah menkonsumsi bahan makanan tersebut. Hasil yag didapatkan sebagai berikut:
ΦTingkat keseringan remaja dalam mengkonsumsi makan instan dalam sehari
     Φ Remaja mengkonsumsi makan instan dalam sehari mencapai 2-3 kali perhari
     ΦJenis makanan instan
     Jenis makanan instan yang sering dikonsumsi adalah sebagai berikut:
1.      Mie instan
2.      Makanan ringanet
3.      Nugget
4.      Susu
5.      Softdrink

a)     Pengaruhnya terhadap pola makan
Memproduksi makanan instan berpengaruh pada pola makan sebagai berikut;
1.      Pola makan yang tidak teratur
2.      Jarang mengkonsumsi makanan sehat (4 sehat 5 sempurna)






b)     Pengaruhnya terhadap kesehatan
1.      Sakit perut
2.      Maag
3.      Radang tenggorokan
4.      Pusing
5.      Batuk-batuk


B.     Pembahasan

1.      Makanan instan, kandungan dan dampak
      Berdasarkan data yang diperoleh makanan instan yang dikonsumsi berpengaruh pada pola makan dan kessehatan pada remaja. Pengaruh yang paling umum disebabkan oleh zat kimia yang terkandung dalam makanan tersebut. Kandungan zat aditif yang terkandung di dalam makanan ini secra perlahan menggerogoti tubuh kita. Zat ini diperuntukkan agar mutu dan kestabilan makanan tetap terjaga. Zat yang sangat sering di gunakan untuk hal ini adalah penyedap rasa ( mono sodium glutamate), pengawet seperti BHA, K-nitrit dll, anti kempal,pemutif dan pematang tepung (aseton peroksida) dan sekustran ( asam fosfat ). Masih banyak kandungan kimia yang terkandung di dalam makanan cepat saji. Namun ini merupakan bagian yang sangat merusak kesehatan kita.
Dampak dari penggunaan MSG menurut laporan Federation of the American Society for Experimental Biologi adalah rasa terbakar di bagian leher, mati rasa di bagian belakang leher, stress dan tegang pada kulit wajah, dada terasa sakit, sakit kepala, detak jantung yang cepat, rasa lemah/cepat lelah dan lain-lain. Memang kita tidak langsung merasakan dampak ini ketika megkonsumsi makanan cepat saji yang menggunakan MSG. tapi, pada ambang batas tertentu karena tubuh tidak sanggup lagi menahan zat ini maka dampak diatas akan menyerang kita. 12 gram MSG per hari dapat menimbulkan gangguan lambung, ganguan tidur dan mual-mual. Bahkan beberapa orang banyak yang mengalami reaksi alergi berupa gatal, mual dan panas. Tidak hanya itu saja MSG juga dapat memicu hipertensi, asma, kanker serta diabetes, kelumpuhan serta penurunan kecerdasan.
Kemudian BHA. BHA anti oksidan di dalam makanan agar kandungan di dalam makanan tersebut tidak cepat hilang seperti vitamin, penyedap. Ini sering digunakan pada lemak dan minyak. Ini kan menimbulkan efek ketagihan bagi yang mengonsumsinya.

Ini masih pada kandungan makanan cepat saji, belum lagi jika kita menelusuri kemasan yang dipakai makanan tersebut. Menurut Hengky Dermana, hanya 10%makanan cepat saji yang sesuai SNI. ( Kompas, 2003 ). Kemasan plastic mengandung PVC yang menghambat testosterone (Flak, 1992) dan kemasan kaleng mengandung 9Pb0 timbale dan VCM 9Vinyl Chloride Monomer0. 9Meida Indonesia, 2003).
Makanan adalah salah satu komponen yang terkait langsung dengan kondisi kesehatan seseorang. Makanan berpengaruh sangat besar untuk mewujudkan kondisi kesehatan yang prima bagi seseorang. Inilah ciri-ciri makanan yang sehat:
a)     Mengandung cukup zat gizi
Makanan yang sehat adalah makanan yang secara kimia mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Zat gizi yang dimaksud adalah:
      a. Karbohidrat sebagai sumber energy utama
      b. Protein sebagai komponan pembangun sel dan jaringan tubuh
c)      Lemak sebagai komponen sel dan jaringan, sebagai pelarut vitamin dan cadanga energy.
d)     Vitamin sebagai komponen yang memperlancar proses metabolism di dalam sel
e)     Mineral sebagai komponen yang turut serta membangun struktur tubuh dan ikut memperlancar proses pisiologis di dalam sel.
f)      Serat untuk membantu kelancaran mekanisme pencernaan di dalam saluran pencernaan.
g)     Air sebagai pelarut berbagai zat gizi yang lain


b)     Tidak mengandung zat-zat yang berbahaya
Suatu makanan terkadang tampak sehat / segar jika dilihat sepintas, namun kondisi seperti itu belum menjadi jaminanjika makanan tersebut benar-benar sehat. Segar memang di perlukan untuk menjamin ketersediaan zat gizi di dalamnya, tetapi jika kesegaran yang tampak tersebut di sebabkan oleh factor lain yang merupakan perlakuan khusus pada bahan makanan tersebut. Misalnya bahan makanan dari tumbuhan yang tampak segar karena pertumbuhannya dibantu oleh pemberian pestisida yang berlebihan. Atau bahan makanan olahan yang tampak segar karena pemberian zat-zat pengawet. Hal=hal sperti itu sesungguhnya dapat berdampak merugikan didalam tubuh. Pengawet, pewarna, penyedap rasa, (zat aditif) adalah beberapa zatyang banyak menimbulkan penyakit di dalam tubuh.
Bahan Pengawet
Bahan pengawet yang ditoleransi oleh BPOM dalam jumlah terbatas adalah: Benzoat, propionate, nitrit, nitrat, sorbat dan sulfit. Dan yang berbahaya adalah formalin dan boraks. Kedua pengawet terakhir ini banyak disalah gunakan untuk mengawetkan makanan sehingga bisa tahan lama.
Bahan Pewarna
Bahan pewarna untuk memberi tampilan yang menarik pada makanan. Bahan ini ada yang yang di alami dan sentesis. Bahan pewarna alami biasanya diambildari klorofil (zat hijau daun) untuk memberi zat hijau atau karoten dari wortel untuk memberi warna orange. Pewarna sintesis di amabildari zat kimia yang di buat melalui serangkaian reaksi kimia. Misalnya: Warna kuning: tartazin, sunset yellow, warna merah: allura, eritosin, amaranth, Warna biru: biru berlian.
Beberapa zat pewarna yang sesungguhnya tidak untuk makanan tetapi di gunakan mewarnai makanan tertentu. Zat tersebut merupakan pewarna tekstil seperti rodamin b.
Bhana pewarna buatan berbahaya jika di konsumsi secara terus menerus dan secara berlebihan. Pewarnan non makanan berbahay karena zat tersebut memang bukan untuk makanan dan tidak untuk di konsumsi.
Zat penyedap rasa
Penyedap rasa ada yang alami da nada pula yang sentesis. Penyedap rasa alami seperti cuka, merica, garam gula dll lebih aman dan relative tidak menimbulkan efek samping. Kecuali dikonsumsi secarta berlebihan.
Penyedap rasa buatan mengandung monosodium glutamat (MSG) adalah penyedap sintesis yang banyak di gunakan secara luas di berbagai jenis makanan baik fast food maupun makan yang disajikan di dalam rimah tangga. MSG adalah zat kimia yang dapat mempengaruhi kerja saraf. Konsumsi yang terus menerus akan menyebabkan daya ingat (memori) seseorang menjadi lebih lambat.

c)     Pengaruh terhadap pola makan
Remaja yang cenderung mengkonsumsi makanan instan akan lebih suka menkonsumsi makanan instan terus menerus. Hal ini sangat berakibat buruk terhadap kesehatan pencernanya. Meskpun para remaja hanya mengkonsumsi satu jenis makanan instan dalam satu hari dan pada saat itu tidak akan langsung terjadi reaksi. Dampaknya akan terasa sekitar 10 tahun mendatang.
Pola makanan yang konsumtif ini kan memperburuk pola makan dalam keseharian. Mereka akan lebih cenderung ngemil daripada makan makanan yang sehat yang seharusnya mereka menkonsumsi dalam masa pertumbuhan. Apabila di rumah orang tua tidk memaksa anaknya untuk makan, anak ini tidak akanmakan dengan tersendiri. Anak akan lebih senang makan diluar rumah yang kondisi makanannya pasti sangat tidak sehat. Oleh Karena itu, peran orang tua dalam memilih jenis makanan dan mengawasi pola makan anaknya sangat penting untuk perkembngannya.

d)     Pengaruh Terhadap Kesehatan
Berikut ini dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh makanan instan:
1.      Maag
Maag atau Gastritis berasal dari kata Gaster yang artinya lambung. Gastritis adalah peradangan (pembengkakan) dari mukosa lambung, yang bias disebabkan oleh factor iritasi dan infeksi. Seperti kita ketahui, lambung adalah organ pencernaan dalam tubuh manusia yang berfungsu untuk menyimpan makanan, mencerna dan kemudian mengalirkan ke usus kecil. Selain itu iritasi dapt juga disebabkan oleh obat-obatan (Aspirin, NSAID), alkohol, muntah yang kronis, dan bahan racun. Infeksi dapat di sebabkan oleh bakteri, terbanyak Helicobacter pyolori. H. pyolori berkoloni pada lapisan terdalam lapisan mukosa yang merupakan pelindungan dari mukosa lambung dan menganggu fungsinya sebagai pelindung. Hingga saat ini belum adra yang mudah untuk hidup sehat terbebas dari sakit maag selain memperbaiki pola hidup dan pola makan.
Berikut beberapa saran:
1)     Atru pola makan yang baik dan teratur (hindari makanan berlemak dan berminyak , banyak makanan-makanan yang berserat)
2)     Hindari minuman yang mengandung alkohol
3)     Berolahraga secara teratur
4)     Berhenti merokok
5)     Hindari penggunaan obat-obatan terutama yang mengiritasi lambung (Aspirin)

2.      Diabetes
Diabetes adalah suatu jenis penyakit pada seseorang akibat kandungan gula darah di dalam tubh tidak terkendali dan akibat gangguan system metabolism pada tubuh seseorang. Penyakit diabetes mellitus juga sering kita sebut dengan istilah kencing manis atau penyakit gula darah. Penyakit yang satu ini termasuk jenis penyakit kronis yang tanda awalnya yaitu meningkatnya kadar gula dalamdarah sebgai akibat adanya gangguan system metabolisme dalam tubuh. Organ tubuh yang terganggu adalah pancreas yang mana sudah tidak berfungsi sebagai mana mestinya.
Faktor penyebab seseorang beresiko terkena diabetes, diantaranya:
Ø Faktor keturunan
Ø Kegemukan / obesitas biasanya terjadi pada usia 40 bulan
Ø Tekanan darah tinggi
Ø Angka Triglycerid (salah satu jenis molekul lemak) yang tinggi
Ø Level kolestrol yang tinggi


Ø Gaya hidup yang cenderung mengkonsumsi makanan instan
Ø Merokok dan stress
Ø Terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat
ØKerusakan pada sel pankreas

E.     Upaya Meminimalisasi Dampak Negatif
Untuk mengurangi dan meminimalisasi dampak negatif zat aditif makanan dapat di upayakan dengan beberapa cara lain antara lain:
1.      Secara Internal
Mengurangi konsumsi makanan siap saji, menigkatkan konsumsi sayur dan buah-buahn serta menkonsumsi vitamin. Beberapa vitamin di duga mengandung zat antikarsinogen diantaranya adlah Vitamin A, C, E banyak terdapat dalam syur dan buah; asam folat terdapat dalam brokoli, bayam dan asparagus: Betakaroten, vitamin D dalam bentuk aktif (1.25-hidroksi) redapat pada mentega, susu, kunig telur, hati, beras, dan ikan.
Memberi oengertian pada keluarga tentang bahaya xat aditif, mengawasi, mengontrol pemberian dan penggunaan uang jajan dan membiasakan membawa bekal setiap dari rumah
2.      Secara EKsternal
Produsen; diperlukan kesadaran dan tanggung jawab produsen terhadap penggunaan zat aditif pada bahan pangan yang diproduksikan, memberikan informasi yang jelas komposisi makanan termasuk zat aditifyang ditambahkan
Pemerintah; melakukan pengawasan dan menndak tegas produsen yang melanggar aturan yang berlaku. Meneruskan kegiatan PMT-AS (Progran Makanan Tambahan-AnaknSekolah) denag memanfaatkan sumber makanan local.
Non-Pemerintah (LSM); memfasilitasi terbentuknya kelompok konsumen, mendorong peran serta masyarakat sebagai pengawas kebijakan public, mangantisipasi kebijakan global yang berdampak pada konsumen, melakukan pengawasan yang bertindak sebagai pembela konsumen



BAB IV
PENUTUP

A.    Simpulan
Dari hasil penulis menyimpulkan bahwa menjaga pola makan agar tetap sehat dam seimbang
Sangatlah penting khususnya di kalangan remaja yang memiliki pola makankonsuftif. Hal ini dikarenakan ketersediaanya bahan makan instan yang sangat baik di sekolah, di rumah, maupun saat melakukan perjalanan jauh.
Selain nikmat tetapi dampaknya sangat bear yaitu kecanduan racun yang seharusnya tidak di konsumsi. Efek yang nyata adlah tubuh para remaja yang di gerogoti secara perlahan dan akan menyebabkan penyakit-penyakit yang berbahaya dalam tubuhnya. Menjaga dari sekarang akan lenih baik dari pada mengobati esok hari. Boleh menkonsumsi makanan instan akan tetapi tidak terlalu berlebihan dan tetap mngutamakan menu makanan sehat yang bergizi.
B.     Saran
Saran yang diberikan penulis kepada khalayak adalah sebagai berikut:
1.      Bagi para remaja tetap berhati-nati dalam mengkosumsi makanan instan dan tetap mengutamakan makanan sehat.
2.      Bagi orang tua harus mengawasi, mengontrol pemberian dalam penggunaan uang jajan dan membiasakan membawa bekal makanan sehat dari rumah.
3.      Produsen; diperlukan kesadaran dan tanggung jawab produsen terhadap penggunaan zat iditif pada bahan pangan yang diproduksikan, memberikan informasi yang jelas komposisi makanan termasuk zat aditif yang ditambahkan
4.      Pemerintah; melakukan pengawasan dan menindak tegas produsen yang melanggar aturan yang berlaku. Meneruskan kegiatan PMT-AS (Program Makanan Tambahan-Anak Sekolah) dengan memanfaatkan sumber makanan local
5.      Non-Pemerintah (LSM); memfasilitasi terbentuknya kelompok konsumen, mendorong peran serta masyakat sebagai pengawas kebijakan publik, mengantisipasi kebijakan global yang berdampak pada konsumen, melakukan pengawasan dan bertindak sebaga pembela konsumen.

1 komentar: