Jumat, 20 Februari 2015

Cerpen B. Ind



CERPEN


Bagian Awal: Paparan/perkenalan
                Pada suatu acara pementasan di sebuah tempat yang luas di sebuah lapangan. Ketika malam sampai menusuk kulit, di sebuah acara pentas itu seperti membeku karena dinginnya udara pada waktu itu. Di sebelah kanan dan kiri banyak sekali asap rokok waktu itu rasanya seperti menghirup asap knalpotsebuah motor, begitu pula dengan para pedagang itu.
Bagian kedua: Tahap Rangsangan
                Pedagang itu menawarkan dagangannya dengan cara menarik perhatian para pembeli atau orang - orang yang hadir pada waktu itu. Pada saat itu music dan berbagai macam lagu dinyanyikan semua orang bergembira dan bergoyang dengan gaya mereka masing - masing, suasana disana sungguh sangat dingin pada saat itu aku memakai jaket karena merasakan udara yang sangat dingin.
Bagian ketiga: Tahap tikaian
                Ketika penonton sedang asik – asiknya bergoyang tiba - tiba saja ada orang yang bertengkar yang menarik perhatian dari beberapa penonton yang sedang ada didekatnya. Pada saat itu disana ada polisi dan langsung mendatangi di tempat keributan itu terjadi lalu melerainya. Pada waktu saat polisi akan melerainya mereka sedang bertengkar dan saling memukul sampai babak belur , tapi polisi berhasil melerainya.
Bagian ketiga: tahap klimaks
                Polisi itu langsung mengaman kan orang yang bertengkar atau yang terlibat dalam pertengkaran itu. Dan menjauh dalam keramaian karena ditakutkan akan terjadi keributan yang lebih parah lagi.
Bagian keempat: Peleraian
                Pada saat itu perhatianku tertuju pada orang yang bertengkar tadi karena aku penasaran kenapa mereka tiba – tiba saja mereka bertengkar . Kemudian polisi bertanya kepada orang yang bertengkar tadi , ternyata mereka bertengkar karena mereka saling senggol menyenggol dan akhrinya mereka saling tidak terima .
Bagian kelima: peleraian
                Karena terjadi kesalah pahaman terhadap kedua belah pihak akhirnya mereka saling bersalam salaman . Acara tetap berlanjut tetapi para penoton tidak boleh bersenggol senggolan lagi agar tidak terjadi pertikaian lagi.                    


Tidak ada komentar:

Posting Komentar