CERPEN
Bagian Awal: Paparan/perkenalan
Pada
suatu acara pementasan di sebuah tempat yang luas di sebuah lapangan. Ketika
malam sampai menusuk kulit, di sebuah acara pentas itu seperti membeku karena
dinginnya udara pada waktu itu. Di sebelah kanan dan kiri banyak sekali asap rokok
waktu itu rasanya seperti menghirup asap knalpotsebuah motor, begitu pula
dengan para pedagang itu.
Bagian kedua: Tahap Rangsangan
Pedagang
itu menawarkan dagangannya dengan cara menarik perhatian para pembeli atau
orang - orang yang hadir pada waktu itu. Pada saat itu music dan berbagai macam
lagu dinyanyikan semua orang bergembira dan bergoyang dengan gaya mereka masing
- masing, suasana disana sungguh sangat dingin pada saat itu aku memakai jaket
karena merasakan udara yang sangat dingin.
Bagian ketiga: Tahap tikaian
Ketika
penonton sedang asik – asiknya bergoyang tiba - tiba saja ada orang yang
bertengkar yang menarik perhatian dari beberapa penonton yang sedang ada didekatnya.
Pada saat itu disana ada polisi dan langsung mendatangi di tempat keributan itu
terjadi lalu melerainya. Pada waktu saat polisi akan melerainya mereka sedang
bertengkar dan saling memukul sampai babak belur , tapi polisi berhasil
melerainya.
Bagian ketiga: tahap klimaks
Polisi
itu langsung mengaman kan orang yang bertengkar atau yang terlibat dalam
pertengkaran itu. Dan menjauh dalam keramaian karena ditakutkan akan terjadi
keributan yang lebih parah lagi.
Bagian keempat: Peleraian
Pada
saat itu perhatianku tertuju pada orang yang bertengkar tadi karena aku
penasaran kenapa mereka tiba – tiba saja mereka bertengkar . Kemudian polisi
bertanya kepada orang yang bertengkar tadi , ternyata mereka bertengkar karena
mereka saling senggol menyenggol dan akhrinya mereka saling tidak terima .
Bagian kelima: peleraian
Karena
terjadi kesalah pahaman terhadap kedua belah pihak akhirnya mereka saling
bersalam salaman . Acara tetap berlanjut tetapi para penoton tidak boleh
bersenggol senggolan lagi agar tidak terjadi pertikaian lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar